Alamat

Gedung Pascasarjana UIN Madura

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

dsi@iainmadura.ac.id

Pascasarjana UIN Madura Gelar Seminar Internasional: “Dari Kalam Klasik ke Teologi Publik: Peran Akidah dalam Membangun Etika Sosial dan Politik Kontemporer”

  • Diposting Oleh Admin
  • Senin, 4 Mei 2026
  • Dilihat 34 Kali
Bagikan ke

Pamekasan – Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui Program Pascasarjana menyelenggarakan Seminar Internasional bertajuk “Dari Kalam Klasik ke Teologi Publik: Peran Akidah dalam Membangun Etika Sosial dan Politik Kontemporer” pada Minggu, 4 Mei 2026 di Aula Pascasarjana UIN Madura. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri serta dihadiri oleh akademisi, mahasiswa, dan pemerhati kajian keislaman.

Seminar ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk menjembatani khazanah ilmu kalam klasik dengan tantangan kontemporer di bidang etika sosial dan politik. Dalam konteks masyarakat modern yang semakin kompleks, peran akidah sebagai fondasi teologis dinilai perlu ditransformasikan menjadi kerangka etis yang mampu menjawab persoalan publik, seperti keadilan sosial, toleransi, dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Keynote speech disampaikan oleh Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd, yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam mendorong dialog intelektual lintas disiplin dan lintas bangsa. Beliau menyampaikan bahwa seminar ini merupakan wujud komitmen UIN Madura dalam mengembangkan kajian keislaman yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial-politik global.

Seminar ini menghadirkan dua pemateri utama. Pemateri pertama, Syaikh Thoriq Ghannam Al-Halasani dari Lebanon, menyajikan perspektif internasional mengenai konsep dasar dari kalam dalam diskursus teologi publik di dunia Arab kontemporer. Pemateri kedua, Prof. Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag., Guru Besar UIN Walisongo Semarang, membahas transformasi konsep akidah dari wilayah teologis murni menuju dimensi praksis sosial-politik dalam konteks keindonesiaan dalam bentuk thariqah.

Untuk memperkaya diskusi, panitia juga menghadirkan empat pembanding yang merupakan akademisi terkemuka, yaitu Prof. Dr. H. Atiqullah, M.Pd.; Prof. Dr. H. Mohammad Muchlis Solichin, M.Ag.; Prof. Dr. H. Nor Hasan, M.Ag.; serta Prof. Dr. H. Mohammad Hasan, M.Ag. Para pembanding memberikan tanggapan kritis dan perspektif tambahan yang memperkaya substansi seminar dari berbagai sudut pandang keilmuan.

Seminar internasional ini memiliki signifikansi strategis dalam pengembangan studi Islam di Indonesia. Dengan mempertemukan tradisi pemikiran kalam klasik dan pendekatan teologi publik kontemporer, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi akademik yang dapat berkontribusi pada penguatan etika sosial dan politik di tengah masyarakat yang semakin plural dan dinamis.